Trending: Puluhan Titik Api Membara di Kalimantan Barat, BNPB Soroti Penanganan KARHUTLA
Selasa, 1 September 2026
EKONOMI & BISNIS

Airlangga Soroti Lonjakan 2,6 Miliar Transaksi Video Commerce, Harbolnas 2026 Ditarget Rp40 Triliun

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan betapa pesatnya perkembangan video commerce di Indonesia. Sektor ini telah mencatatkan angka fenomenal mencapai 2,6 miliar transaksi, sebuah indikasi kuat akan adopsi masif teknologi digital dalam aktivitas jual beli masyarakat. Pemerintah melihat potensi luar biasa ini sebagai motor penggerak ekonomi digital nasional, sembari menargetkan Hari Belanja Online Nasional […]

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan betapa pesatnya perkembangan video commerce di Indonesia. Sektor ini telah mencatatkan angka fenomenal mencapai 2,6 miliar transaksi, sebuah indikasi kuat akan adopsi masif teknologi digital dalam aktivitas jual beli masyarakat. Pemerintah melihat potensi luar biasa ini sebagai motor penggerak ekonomi digital nasional, sembari menargetkan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada tahun 2026 dapat menembus angka Rp40 triliun.

Pernyataan Airlangga ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari pergeseran fundamental perilaku konsumen dan lanskap perdagangan di Tanah Air. Tren video commerce, yang mencakup live shopping melalui platform media sosial dan e-commerce, semakin digemari karena kemampuannya menawarkan pengalaman belanja yang interaktif, personal, dan menghibur. Konsumen dapat berinteraksi langsung dengan penjual, melihat produk secara real-time, dan mendapatkan penawaran eksklusif, menciptakan nuansa belanja yang dinamis dan menarik.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar yang besar bagi produk digital, tetapi juga pemain kunci dalam inovasi perdagangan berbasis teknologi. Adanya 2,6 miliar transaksi bukan hanya angka, melainkan jutaan cerita pelaku UMKM yang berhasil menjangkau pasar lebih luas dan konsumen yang menikmati kemudahan serta variasi produk yang ditawarkan.

Melesatnya Tren Video Commerce di Indonesia

Pertumbuhan video commerce di Indonesia didorong oleh beberapa faktor krusial. Pertama, penetrasi internet dan penggunaan media sosial yang tinggi di kalangan penduduk usia produktif. Kedua, kemudahan akses terhadap platform e-commerce yang semakin terintegrasi dengan fitur live streaming. Ketiga, pandemi COVID-19 yang mempercepat adopsi digital sebagai solusi bagi kebutuhan sehari-hari.

Tren ini memungkinkan para pelaku usaha, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), untuk memperluas jangkauan pasar mereka tanpa perlu investasi besar dalam toko fisik. Dengan bermodalkan ponsel pintar dan koneksi internet, UMKM kini dapat menampilkan produknya di hadapan jutaan calon pembeli di seluruh Indonesia, bahkan berpotensi menembus pasar internasional. Ini adalah revolusi dalam pemasaran dan penjualan yang demokratis, memberikan peluang setara bagi semua.

  • Peningkatan Inklusi Digital: Semakin banyak UMKM yang melek teknologi dan memanfaatkan platform digital.
  • Interaksi Pelanggan: Fitur live chat dan komentar memungkinkan interaksi langsung, membangun kepercayaan.
  • Inovasi Produk & Pemasaran: Mendorong kreasi konten yang menarik dan adaptasi strategi pemasaran.
  • Akses Pasar Luas: Menjembatani kesenjangan geografis, produk dari daerah dapat dikenal secara nasional.

Potensi Ekonomi Digital dan Peran Strategis UMKM

Airlangga Hartarto secara konsisten menekankan pentingnya ekonomi digital sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Angka 2,6 miliar transaksi video commerce adalah bukti nyata kontribusi signifikan sektor ini. Pemerintah optimistis bahwa ekonomi digital akan terus menjadi lokomotif pembangunan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Peran UMKM dalam ekosistem ini sangat vital. Sebagaimana yang sering disampaikan dalam berbagai kesempatan, UMKM menyumbang lebih dari 60% PDB nasional dan menyerap lebih dari 97% tenaga kerja. Dengan merangkul teknologi dan memanfaatkan platform digital seperti video commerce, UMKM tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang pesat, menjadi pahlawan ekonomi di era modern.

Pemerintah melalui berbagai program, seperti Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), terus mendorong digitalisasi UMKM. Inisiatif-inisiatif ini bertujuan untuk mempercepat adopsi teknologi oleh UMKM, memberikan pelatihan, serta memfasilitasi akses ke pasar yang lebih luas. Hal ini sejalan dengan upaya berkelanjutan pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk lokal dan memperkuat rantai pasok domestik.

Menuju Target Harbolnas Rp40 Triliun di 2026

Target ambisius Rp40 triliun untuk Harbolnas 2026 menunjukkan optimisme pemerintah terhadap daya beli masyarakat dan kapasitas platform e-commerce di Indonesia. Harbolnas, yang biasanya diselenggarakan pada tanggal-tanggal cantik seperti 11.11 atau 12.12, telah menjadi momentum penting bagi lonjakan transaksi dan perputaran ekonomi yang besar. Pencapaian target ini memerlukan sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku e-commerce, logistik, penyedia pembayaran, dan tentu saja, konsumen.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah perlu terus menciptakan iklim usaha yang kondusif, regulasi yang adaptif, dan infrastruktur digital yang merata. Edukasi kepada masyarakat tentang keamanan bertransaksi online juga menjadi krusial untuk membangun kepercayaan publik terhadap ekosistem digital. Target Rp40 triliun ini bukan sekadar angka, melainkan simbol komitmen Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Tantangan dan Prospek Masa Depan Ekonomi Digital

Meskipun potensi ekonomi digital sangat besar, tantangan juga menyertainya. Isu-isu seperti literasi digital yang belum merata, kesenjangan infrastruktur antara perkotaan dan pedesaan, serta keamanan data dan perlindungan konsumen, perlu terus menjadi perhatian. Pemerintah berkomitmen untuk mengatasi tantangan ini melalui investasi pada infrastruktur digital, program literasi digital, dan pembentukan regulasi yang kuat dan adil.

Masa depan ekonomi digital Indonesia, dengan tren video commerce sebagai salah satu pilarnya, terlihat sangat cerah. Dengan dukungan kebijakan yang tepat, inovasi tiada henti dari para pelaku usaha, dan partisipasi aktif masyarakat, Indonesia siap mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin di kancah ekonomi digital global.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai arah kebijakan pemerintah dalam pengembangan ekonomi digital, Anda dapat mengunjungi portal resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang sering mempublikasikan laporan dan inisiatif terkait.