Trending: Wujud Penghargaan Bangsa: BTN dan PHSI Serahkan 30 Rumah Gratis untuk Mantan Atlet dan Pejuang
Selasa, 1 September 2026
DAERAH

RSIA Aisyiyah Samarinda Siap Bertransformasi Menjadi RS Umum

SAMARINDA – Kepemimpinan baru Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aisyiyah Samarinda membawa agenda pengembangan layanan yang cukup besar. Dr. dr. Virdy Kurniawan, Sp.Og., MMR., AIFO-K, resmi dipercaya memimpin RSIA Aisyiyah Samarinda untuk periode 2026-2030. Virdy dilantik sebagai direktur dalam kegiatan yang digelar di Aula Gedung E Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Samarinda, […]

SAMARINDA – Kepemimpinan baru Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Aisyiyah Samarinda membawa agenda pengembangan layanan yang cukup besar. Dr. dr. Virdy Kurniawan, Sp.Og., MMR., AIFO-K, resmi dipercaya memimpin RSIA Aisyiyah Samarinda untuk periode 2026-2030.

Virdy dilantik sebagai direktur dalam kegiatan yang digelar di Aula Gedung E Lantai 4 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Samarinda, Minggu (16/8/2026). Pelantikan tersebut berlangsung bersamaan dengan kegiatan Wisuda Senior School Aisyiyah Husnul Khatimah.Di bawah kepemimpinannya, RSIA Aisyiyah Samarinda mulai mempersiapkan langkah pengembangan menuju rumah sakit umum.

Perubahan tersebut direncanakan mulai direalisasikan pada tahun mendatang dengan menghadirkan berbagai layanan kesehatan baru di luar layanan khusus ibu dan anak. Sejumlah layanan yang dipersiapkan antara lain pelayanan penyakit dalam dan bedah. Penambahan layanan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat yang selama ini membutuhkan fasilitas kesehatan dengan cakupan lebih luas.

“PR saya ke depan adalah mengubah image Aisyiyah, dari Rumah Sakit Ibu dan Anak menjadi rumah sakit umum. Jadi bukan hanya melayani ibu dan anak, ada penyakit dalam, ada bedah yang akan menjadi layanan tambahan,” kata Virdy. Menurut Virdy, proses perubahan status dan pengembangan layanan tersebut memiliki sejumlah tantangan.

Salah satunya berkaitan dengan kemampuan pembiayaan rumah sakit. Selain itu, kondisi lingkungan rumah sakit yang sudah cukup padat juga menjadi kendala tersendiri dalam melakukan pengembangan fasilitas secara fisik.Namun, keterbatasan tersebut dinilai bukan menjadi penghalang bagi manajemen untuk terus melakukan pembenahan.

Optimalisasi fasilitas dan sumber daya yang sudah tersedia akan menjadi salah satu strategi dalam menjaga kualitas pelayanan.“Dengan semua keterbatasan itu kita coba optimalkan. Bagaimana caranya pelayanan tetap bisa berjalan dan masyarakat tetap bisa terlayani dengan baik,” ujarnya.

Di tengah rencana pengembangan tersebut, Virdy memastikan karakter RSIA Aisyiyah sebagai rumah sakit yang mengedepankan nilai-nilai Islam tetap akan dipertahankan. Hal itu tidak terlepas dari sejarah panjang rumah sakit yang telah hadir di Samarinda sejak 1967. Selama puluhan tahun, RSIA Aisyiyah menjadi salah satu bagian dari pelayanan kesehatan berbasis nilai keislaman di daerah tersebut.“Rumah sakit ini sudah berdiri dari tahun 1967.

Rumah sakit Islam yang konsepnya Islami dan masih bertahan sampai sekarang. Ini harus tetap dipertahankan selama-lamanya,” tegas Virdy.Ia menyebut konsep pelayanan Islami merupakan salah satu identitas sekaligus kekuatan yang dimiliki RSIA Aisyiyah. Kepercayaan masyarakat yang telah terbentuk selama bertahun-tahun juga menjadi modal penting bagi rumah sakit dalam menghadapi proses transformasi.Dengan demikian, rencana perubahan menjadi rumah sakit umum bukan berarti menghilangkan karakter yang selama ini menjadi identitas Aisyiyah. Sebaliknya, perluasan layanan diharapkan berjalan beriringan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai keislaman dalam pelayanan.

“Kita sebagai umat Muslim ingin warga Muslim juga punya tempat yang layak untuk berobat. Nama baik dan konsep Islami ini harus tetap dipertahankan,” tuturnya.

Virdy berharap kepemimpinan periode 2026-2030 dapat menjadi momentum bagi RSIA Aisyiyah Samarinda untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pelayanan. Dengan bertambahnya jenis layanan, rumah sakit diharapkan mampu memberikan pilihan pelayanan kesehatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Transformasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan RSIA Aisyiyah yang telah memiliki sejarah panjang di Samarinda, dengan tetap membawa identitas dan nilai Islami sebagai bagian dari karakter pelayanan rumah sakit.

~gerhana