Trending: Kredit UMKM BRI Tumbuh 8,6 Persen, Jadi Pilar Utama Ekonomi Nasional
Selasa, 1 September 2026
LAINNYA

DPD PSI Samarinda Gelar Maulid Nabi, Siapkan Pengajian Rutin Mulai September

SAMARINDA — Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kota Samarinda menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kantor DPD PSI Samarinda, Ruko Perjuangan Blok A08, Jalan Perjuangan, Jumat malam (28/8/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 Wita tersebut dihadiri Ketua DPD PSI Samarinda David Jingga, perwakilan Dewan Pembina PSI Kalimantan Timur, […]

SAMARINDA — Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kota Samarinda menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kantor DPD PSI Samarinda, Ruko Perjuangan Blok A08, Jalan Perjuangan, Jumat malam (28/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 19.30 Wita tersebut dihadiri Ketua DPD PSI Samarinda David Jingga, perwakilan Dewan Pembina PSI Kalimantan Timur, serta jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) PSI dari sejumlah wilayah di Kota Samarinda.

Peringatan Maulid Nabi turut menghadirkan Ustaz Ahmad Alhusairi, S.Pd., untuk menyampaikan tausiyah. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan Qori Fatih Cahya Nugraha.Biro Agama DPD PSI Samarinda, Wahyudi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi pengurus dan kader untuk kembali mengingat serta menerapkan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah seperti kejujuran, amanah, kepedulian terhadap sesama, dan semangat persaudaraan tetap relevan untuk diterapkan, termasuk dalam kehidupan bermasyarakat maupun berorganisasi.

“Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan peringatan, tetapi menjadi pengingat bagi kita untuk terus belajar meneladani akhlak Rasulullah SAW,” ujar Wahyudi.

Ia menambahkan, keteladanan Rasulullah tidak cukup hanya dipahami secara teori. Nilai-nilai tersebut perlu diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kami ingin nilai-nilai kebaikan yang diajarkan Rasulullah bisa menjadi pegangan. Bukan hanya dipahami, tetapi juga diterapkan melalui sikap, perkataan, dan perbuatan sehari-hari,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wahyudi juga mengungkapkan bahwa DPD PSI Samarinda berencana menggelar pengajian secara rutin setiap bulan mulai September 2026. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembinaan keagamaan sekaligus memperkuat hubungan silaturahmi di antara pengurus dan kader PSI Samarinda.

“Insyaallah mulai September kami akan mengadakan pengajian rutin bulanan. Kami ingin ada kegiatan yang berkelanjutan untuk memperdalam pemahaman agama sekaligus menjaga silaturahmi,” ungkapnya.

Wahyudi berharap kegiatan pengajian nantinya tidak hanya menjadi agenda internal pengurus dan kader, tetapi juga dapat menjadi ruang bersama untuk belajar, saling mengingatkan, serta meningkatkan nilai spiritual.

“Kegiatan keagamaan harus terus hidup. Harapannya, pengajian rutin ini bisa menjadi ruang untuk belajar, saling mengingatkan, dan memperbaiki diri bersama-sama,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPD PSI Samarinda David Jingga menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi merupakan momentum untuk kembali menggali keteladanan Rasulullah SAW, khususnya dalam membangun hubungan yang baik dengan sesama.David menilai ajaran Rasulullah mengenai kejujuran, amanah, keadilan, dan kepedulian masih memiliki relevansi kuat dalam kehidupan saat ini.

“Rasulullah SAW telah memberikan teladan bagaimana membangun kehidupan dengan akhlak yang baik. Nilai seperti kejujuran, amanah, dan kepedulian kepada sesama harus terus kita jaga,” kata David.

Ia menegaskan, nilai tersebut juga semestinya menjadi bagian dari sikap kader dan pengurus PSI ketika berinteraksi dengan masyarakat. Menurutnya, aktivitas politik harus tetap dibarengi dengan tanggung jawab moral dan orientasi untuk memberikan manfaat.

“Kami ingin kehadiran organisasi ini benar-benar bisa memberi manfaat. Apa pun peran kita, yang paling utama adalah bagaimana kita bekerja dengan niat baik dan tetap menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

David juga menyatakan dukungannya terhadap rencana pengajian rutin bulanan yang akan dimulai September mendatang. Ia berharap program tersebut dapat dilaksanakan secara konsisten dan menjadi sarana memperkuat kebersamaan di internal PSI Samarinda.

“Organisasi tidak hanya membutuhkan kegiatan struktural. Kita juga perlu membangun kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai dalam diri. Karena itu, kami mendukung adanya pengajian rutin ini,” jelasnya.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Ahmad Alhusairi mengajak seluruh peserta menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan cara mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.Ia menekankan bahwa kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan harus terlihat melalui perubahan perilaku dan peningkatan akhlak.

“Maulid ini harus menjadi momentum untuk bertanya kepada diri kita sendiri, sudah sejauh mana kita berusaha meneladani Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ahmad.

Ia kemudian mengingatkan pentingnya menjaga ucapan, menjalankan amanah, bersabar, serta memperlakukan orang lain dengan baik. Sikap tersebut, menurutnya, tetap harus dijaga meskipun setiap orang memiliki perbedaan pandangan.

“Kalau kita benar-benar mencintai Rasulullah, maka salah satu buktinya adalah berusaha memperbaiki akhlak. Bagaimana kita berbicara, menjaga amanah, menghormati orang lain, dan tidak mudah menyakiti sesama,” ujarnya.

Ustaz Ahmad juga mengingatkan jamaah agar mampu menyikapi perbedaan secara bijaksana. Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan dan tidak semestinya menjadi alasan untuk memutus persaudaraan.

“Perbedaan tidak seharusnya membuat kita saling menjauh. Rasulullah mengajarkan kita untuk menjaga persaudaraan dan menghadirkan kebaikan di mana pun kita berada,” pungkasnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama.Melalui kegiatan itu, DPD PSI Samarinda berharap silaturahmi antarjajaran semakin kuat sekaligus menjadi langkah awal untuk menjalankan program pengajian rutin bulanan yang direncanakan mulai September 2026.