SAMARINDA – Kepulangan Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Samarinda Utara, Ifam Irwiyanto, ke kampung halamannya di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Solo.

Pertemuan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Rabu sore, 26 Agustus 2026, dan dilanjutkan pada Kamis pagi, 27 Agustus 2026. Dalam kesempatan itu, Ifam turut menyampaikan salam dari jajaran PSI Kalimantan Timur.Ifam menceritakan, rencana menemui Jokowi bermula dari saran seorang rekannya saat dirinya tengah berada di Batang. Mengingat jarak Batang menuju Solo yang relatif dekat, ia kemudian memutuskan untuk menyempatkan diri bersilaturahmi.
“Karena kebetulan saya sedang ada di kampung dan jaraknya tidak terlalu jauh dari Solo, akhirnya saya mampir. Alhamdulillah mendapat kesempatan bertemu dan bersilaturahmi dengan beliau,” ujar Ifam kepada media ini, Minggu (30/8/2026).
Pertemuan pertama berlangsung sekitar pukul 17.00 WIB pada Rabu. Komunikasi kemudian kembali berlanjut pada Kamis sekitar pukul 10.00 WIB.Dalam pertemuan tersebut, Ifam menyampaikan salam dari sejumlah struktur PSI di Kalimantan Timur, mulai dari DPW PSI Kaltim, DPD PSI Kota Samarinda hingga DPC PSI Samarinda Utara.Namun, silaturahmi itu tidak hanya menjadi ajang menyampaikan salam. Ifam mengaku memperoleh sejumlah pesan dari Jokowi terkait peran kader partai dalam menjalankan aktivitas politik di tengah masyarakat.Jokowi Ingatkan Kader Tetap Dekat dengan MasyarakatSalah satu pesan yang disampaikan Jokowi, menurut Ifam, adalah pentingnya menjaga kedekatan kader dengan masyarakat. Kader PSI diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan internal organisasi, tetapi juga hadir secara langsung di tengah warga untuk mengetahui berbagai persoalan yang mereka hadapi. Menurut Ifam, turun ke lapangan menjadi hal penting agar kader dapat memahami kondisi masyarakat secara langsung, bukan sekadar memperoleh informasi melalui laporan.Pesan tersebut kemudian ia sederhanakan dalam prinsip
“Rakyat Nomor Satu.
Ifam menilai prinsip tersebut penting menjadi pegangan bagi kader, terutama mereka yang berada di tingkat daerah dan memiliki interaksi langsung dengan masyarakat.
“Pesannya agar kader selalu mengutamakan rakyat, hadir di lapangan, mendengarkan persoalan warga dan ikut membantu mencari jalan keluarnya,” katanya.
Ia menyebut pesan tersebut sangat relevan diterapkan di Samarinda Utara. Beragam persoalan yang dihadapi masyarakat, menurutnya, membutuhkan kehadiran dan kepedulian secara langsung, bukan hanya ketika momentum politik berlangsung.Selain itu, Ifam mengatakan Jokowi juga mendorong kader PSI untuk menjadi trendsetter dalam menghadirkan praktik politik yang positif.Menurutnya, hal itu dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sederhana yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan demikian, aktivitas politik tidak hanya berkaitan dengan kepentingan dukungan, tetapi juga dapat berjalan seiring dengan kepedulian sosial.
“Politik jangan hanya dipahami sebagai kegiatan untuk mendapatkan dukungan. Politik juga harus bisa memberikan manfaat dan menjadi solusi bagi masyarakat,” ujarnya. Jokowi Disebut Akan Hadir di Samarinda Setelah DPRt TerbentukDalam silaturahmi tersebut, Ifam mengatakan dirinya tidak secara khusus membahas mengenai waktu kunjungan Jokowi ke Samarinda. Namun, ia menyampaikan informasi terkait arahan Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep mengenai rencana kedatangan Jokowi ke Samarinda.Ifam menyebut Jokowi akan hadir setelah seluruh Dewan Pimpinan Ranting (DPRt) PSI terbentuk.
“Soal kedatangan beliau ke Samarinda, berdasarkan arahan Ketua Umum DPP PSI Kaesang Pangarep, setelah semua DPRt terbentuk, beliau memastikan akan hadir,” ungkap Ifam.
Ia berharap kedatangan Jokowi nantinya dapat menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi PSI di Samarinda sekaligus meningkatkan motivasi para kader dalam menjalankan kerja-kerja organisasi. Menurut Ifam, kehadiran tokoh nasional juga diharapkan dapat mendorong kader untuk semakin aktif membangun komunikasi dan hubungan dengan masyarakat.Pulang Membawa Kenang-kenanganSilaturahmi Ifam dengan Jokowi berlangsung dalam suasana yang disebutnya hangat dan penuh kekeluargaan.Dalam kesempatan tersebut, Ifam juga menerima sejumlah kenang-kenangan. Jokowi memberikan buku tulis untuk anak Ifam serta kaus untuk dirinya dan sang istri.Pemberian tersebut menjadi salah satu hal yang berkesan bagi Ifam dalam perjalanan silaturahminya ke Solo.Ia berharap pesan yang diterimanya dari Jokowi dapat diteruskan dan diterapkan oleh para kader PSI, terutama di wilayah Samarinda Utara.Bagi Ifam, keberadaan kader di tengah masyarakat tidak semata-mata diukur dari seberapa aktif mereka menjalankan kegiatan politik. Lebih dari itu, kader harus mampu mendengarkan aspirasi warga dan berupaya membantu mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.
“Kami menjadikan pesan beliau sebagai motivasi untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan warga dan berusaha membantu menyelesaikan persoalan yang ada di lapangan,” tuturnya.
Ifam menegaskan, semangat tersebut akan menjadi salah satu pegangan DPC PSI Samarinda Utara dalam menjalankan berbagai aktivitas organisasi ke depan.
“Intinya, rakyat harus menjadi yang utama dan politik harus membawa kebaikan,” pungkasnya.