Trending: Kredit UMKM BRI Tumbuh 8,6 Persen, Jadi Pilar Utama Ekonomi Nasional
Selasa, 1 September 2026
DAERAH

Inovasi Polda Kalsel: Cairan Tepung Diuji Jadi Senjata Baru Lawan Karhutla

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan tengah menguji coba sebuah terobosan menarik dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dengan dukungan dan arahan langsung dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Polda Kalsel kini mengaplikasikan formula inovatif berupa bubuk tepung yang dicampur air sebagai solusi untuk menekan laju api Karhutla yang sering melanda wilayah tersebut. […]

BANJARMASIN – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Selatan tengah menguji coba sebuah terobosan menarik dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Dengan dukungan dan arahan langsung dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Polda Kalsel kini mengaplikasikan formula inovatif berupa bubuk tepung yang dicampur air sebagai solusi untuk menekan laju api Karhutla yang sering melanda wilayah tersebut.

Inisiatif ini muncul sebagai respons proaktif terhadap tantangan Karhutla yang setiap tahun menjadi ancaman serius bagi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan perekonomian Kalimantan Selatan. Pencarian metode pemadaman yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan terus dilakukan, dan formula cairan tepung ini diharapkan dapat menawarkan jawaban penting di tengah keterbatasan sumber daya dan kompleksitas masalah.

Terobosan Baru dalam Pemadaman Karhutla

Uji coba penggunaan cairan tepung ini bukan sekadar eksperimen belaka, melainkan upaya sistematis untuk menemukan pendekatan baru dalam memerangi amukan api Karhutla. Kapolda Kalsel secara langsung mengonfirmasi bahwa timnya sedang melakukan serangkaian pengujian untuk mengevaluasi efektivitas formula ini dalam kondisi lapangan sesungguhnya. Cairan yang dihasilkan dari campuran bubuk tepung dan air ini, tim rancang khusus untuk menciptakan lapisan yang mampu menghambat pasokan oksigen ke api, sekaligus menurunkan suhu permukaan yang terbakar.

Potensi keuntungan dari metode ini cukup menjanjikan. Selain bahan baku yang relatif mudah didapat dan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan dengan beberapa bahan kimia pemadam api konvensional, banyak pihak meyakini cairan tepung juga lebih ramah lingkungan. Hal ini penting mengingat luasnya area yang terdampak Karhutla dan kekhawatiran akan residu berbahaya yang mungkin tertinggal setelah proses pemadaman. Jika terbukti efektif, metode ini dapat menjadi alternatif berkelanjutan yang dapat diterapkan secara luas.

Dukungan Penuh dari Markas Besar Polri

Keberanian Polda Kalsel dalam menguji coba formula ini mendapat restu dan arahan langsung dari Kapolri. Dukungan dari pimpinan tertinggi Polri ini menandakan bahwa inovasi lokal ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan mungkin diadopsi di wilayah lain yang juga rentan terhadap Karhutla. Keterlibatan Mabes Polri juga diharapkan dapat mempercepat proses penelitian, pengembangan, dan standardisasi jika formula ini terbukti efektif dan layak untuk implementasi nasional.

Adanya dukungan nasional ini memberikan legitimasi dan dorongan moral bagi tim di lapangan. Ini menunjukkan komitmen serius Polri dalam mencari solusi jangka panjang untuk masalah Karhutla yang telah menjadi perhatian nasional dan internasional selama bertahun-tahun. Diharapkan, hasil uji coba di Kalimantan Selatan dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain di Indonesia, memperkuat strategi mitigasi bencana asap di masa mendatang.

Tantangan dan Harapan Uji Coba

Meskipun potensi yang ditawarkan formula cairan tepung ini besar, proses uji coba tentu menghadapi tantangan. Kondisi Karhutla yang beragam, mulai dari kebakaran lahan gambut hingga hutan kering, memerlukan adaptasi dan validasi yang cermat terhadap formula ini. Logistik penyaluran cairan dalam skala besar juga menjadi pertimbangan penting, terutama di area yang sulit dijangkau oleh kendaraan konvensional atau yang membutuhkan respons cepat.

Kapolda Kalsel menyoroti pentingnya fase pengujian ini untuk mengukur efektivitas secara objektif. Tim akan mengevaluasi beberapa indikator kunci, meliputi:

  • Kecepatan penekanan dan pemadaman api di berbagai jenis lahan.
  • Dampak residu terhadap lingkungan dan ekosistem sekitar.
  • Efisiensi biaya operasional dibandingkan metode pemadaman lain yang tersedia.
  • Kemudahan aplikasi, ketersediaan bahan baku, dan skalabilitas di lapangan.

Uji coba ini merupakan kelanjutan dari berbagai upaya mitigasi Karhutla yang telah dilakukan sebelumnya, seperti pemadaman melalui udara dengan water bombing, pengerahan tim darat, dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran. Mengingat Karhutla adalah ancaman berulang setiap tahunnya, penemuan metode baru yang lebih adaptif dan berkelanjutan menjadi sangat krusial. Keberhasilan formula ini tidak hanya akan menyelamatkan hutan dan lingkungan, tetapi juga meminimalisir dampak kabut asap yang merugikan kesehatan dan perekonomian masyarakat secara luas.

Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Polda Kalsel bersama seluruh pihak terkait berharap dapat menemukan solusi permanen untuk masalah Karhutla, memastikan masa depan yang lebih hijau dan bebas asap bagi Kalimantan Selatan dan Indonesia pada umumnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai upaya-upaya penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan, Anda dapat mengunjungi berita terkait di Antara News.