Trending: Kredit UMKM BRI Tumbuh 8,6 Persen, Jadi Pilar Utama Ekonomi Nasional
Selasa, 1 September 2026
LAINNYA

Kekeringan Picu Krisis Pangan di Mahulu, Gerindra Kaltim Salurkan 1.500 Paket Bantuan

SAMARINDA — Kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) berdampak terhadap ketersediaan bahan pangan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Partai Gerindra Kalimantan Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 1.500 paket kebutuhan pokok bagi warga di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji, mengatakan bantuan tersebut dihimpun melalui […]

SAMARINDA — Kondisi kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) berdampak terhadap ketersediaan bahan pangan masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Partai Gerindra Kalimantan Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa 1.500 paket kebutuhan pokok bagi warga di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.

Ketua DPD Partai Gerindra Kaltim, Seno Aji, mengatakan bantuan tersebut dihimpun melalui donasi para kader Gerindra, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota, termasuk anggota DPRD serta jajaran pengurus partai. Dari aksi penggalangan dana itu, terkumpul sekitar Rp153,2 juta. Jumlah tersebut berasal dari sumbangan kader Partai Gerindra sebesar Rp113,2 juta dan sekitar Rp40 juta dari pihak ketiga.Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok masyarakat, yakni beras, gula, dan minyak goreng.

Masing-masing kebutuhan tersebut disiapkan sebanyak 1.500 paket untuk dibagikan kepada warga terdampak kekeringan.

“Ini bentuk kepedulian kami dan kami berharap bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang ada di Mahakam Ulu,” ujar Seno Aji saat pelepasan bantuan di Kantor DPD Partai Gerindra Kaltim, Jumat (28/8/2026).

Distribusi Bantuan Terkendala Kondisi SungaiSeno menjelaskan, pendistribusian bantuan menuju wilayah pedalaman Mahulu menghadapi tantangan cukup berat. Penyusutan debit sungai akibat kekeringan membuat proses pengiriman harus dilakukan secara bertahap dan menggunakan beberapa jenis kendaraan. Bantuan terlebih dahulu diangkut menggunakan truk hingga mencapai lokasi yang masih memungkinkan dilalui kendaraan. Setelah itu, barang dipindahkan ke kendaraan roda empat atau pikap sebelum kembali dipindahkan ke perahu ketinting untuk menuju Long Pahangai dan Long Apari.

Menurut Seno, kapasitas angkut ketinting juga terbatas. Satu unit ketinting hanya mampu membawa sekitar 500 kilogram barang dalam satu kali perjalanan sehingga bantuan harus dibagi menjadi beberapa kali pengiriman.

“Satu ketinting itu kurang lebih hanya bisa membawa 500 kilogram. Jadi bantuan ini harus dipecah-pecah ke beberapa pengiriman,” jelasnya.

Kondisi Sungai Mahakam yang debit airnya terus menyusut turut menjadi kendala utama mobilitas warga. Bahkan, di sejumlah titik, ketinggian air disebut hanya sedikit di atas lutut sehingga perjalanan menuju wilayah tertentu menjadi semakin sulit.Pemprov Kaltim Buka Akses Long Bagun-MahuluUntuk membantu memperlancar proses distribusi sekaligus membuka akses menuju wilayah terdampak, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengerahkan sejumlah alat berat.

Peralatan seperti dozer, excavator, dan grader digunakan untuk mendukung pembukaan akses jalan dari Long Bagun menuju Long Pahangai. Seno mengatakan, apabila bantuan telah tiba di Long Pahangai dan Long Paka, selanjutnya distribusi menuju Long Apari akan dilakukan melalui jalur sungai menggunakan ketinting.

“Kalau memang ini bisa sampai ke Long Pahangai dan Long Paka, maka bantuan akan kita transfer melalui ketinting kurang lebih sekitar dua setengah jam sampai ke Long Apari,” ungkapnya.

Seno, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Kaltim, menyatakan pemerintah daerah akan berupaya mencari solusi jangka panjang terhadap persoalan akses transportasi di wilayah pedalaman Mahulu.

Menurutnya, pemerintah provinsi akan mengupayakan penganggaran bersama Gubernur Kaltim untuk membuka jalur transportasi dari Ujoh Bilang menuju Long Apari.

“Ke depan kami akan menganggarkan bersama-sama dengan Pak Gubernur untuk membuka jalur transportasi dari Ujoh Bilang sampai ke Long Apari,” katanya.

Ia menyebut terdapat sekitar 2.000 kepala keluarga yang bermukim di wilayah Long Apari dan Long Pahangai. Kondisi kekeringan serta terbatasnya pasokan kebutuhan pokok membuat masyarakat di dua wilayah tersebut membutuhkan perhatian dan dukungan.Warga Diminta Tidak Membakar LahanDi tengah kondisi cuaca yang kering, Seno juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk kepentingan pribadi, termasuk membuka lahan untuk bercocok tanam.Imbauan tersebut disampaikan karena kondisi lahan yang kering berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).Seno menyampaikan, berdasarkan data kepolisian yang diterimanya, terdapat sekitar 17.000 titik api yang tercatat sejak Januari hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut kemudian berhasil ditekan secara bertahap hingga tersisa sekitar 190 titik api pada akhir Agustus.

“Jangan membakar lahan untuk kepentingan pribadi, misalnya untuk bercocok tanam. Ini akan dapat segera menyebar ke lahan-lahan yang lain yang tidak terkendali,” tegasnya.

Kebutuhan Distribusi Capai Rp173 JutaSementara itu, kebutuhan anggaran untuk pengadaan bahan bantuan sekaligus biaya transportasi tercatat mencapai sekitar Rp173 juta.Jumlah tersebut lebih besar dibandingkan dana yang berhasil dihimpun melalui donasi, yakni sekitar Rp153,2 juta. Seno mengatakan kekurangan anggaran tersebut akan diupayakan agar kebutuhan pendistribusian bantuan tetap dapat terpenuhi.

Ia berharap kondisi kekeringan di Kabupaten Mahakam Ulu segera berakhir sehingga distribusi bahan pangan dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Kita doakan agar kekeringan ini cepat berlalu, hujan segera turun di Bumi Kalimantan Timur, dan Mahakam Ulu bisa kembali normal serta tidak mengalami kesulitan bahan pangan,” pungkas Seno Aji.