Trending: Kredit UMKM BRI Tumbuh 8,6 Persen, Jadi Pilar Utama Ekonomi Nasional
Selasa, 1 September 2026
LAINNYA

Yoce Tallisa: Keterampilan P3K Penting untuk Menyelamatkan Korban dalam Situasi Darurat

SAMARINDA – Kemampuan memberikan pertolongan pertama dinilai menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki masyarakat ketika menghadapi kecelakaan maupun kondisi darurat. Pertolongan yang cepat dan tepat dapat membantu menjaga keselamatan korban sebelum mendapatkan penanganan medis.Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kota Samarinda, Yoce Tallisa, saat membuka pelatihan […]

SAMARINDA – Kemampuan memberikan pertolongan pertama dinilai menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki masyarakat ketika menghadapi kecelakaan maupun kondisi darurat. Pertolongan yang cepat dan tepat dapat membantu menjaga keselamatan korban sebelum mendapatkan penanganan medis.Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kota Samarinda, Yoce Tallisa, saat membuka pelatihan dan penyegaran Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang digelar DPD PSI Samarinda, Senin, 31 Agustus 2026.Kegiatan berlangsung di Sekretariat DPD PSI Kota Samarinda, Jalan Perjuangan, dan diikuti peserta dari berbagai latar belakang.Dalam sambutannya, Yoce mengatakan kecelakaan serta kondisi darurat dapat terjadi kapan saja dan tidak mengenal tempat maupun siapa yang menjadi korbannya. Kondisi tersebut dapat muncul di lingkungan rumah, tempat kerja hingga saat berada di jalan raya.Menurutnya, pada situasi seperti itu, masyarakat yang berada di sekitar lokasi memiliki peran penting dalam memberikan pertolongan awal sambil menunggu kedatangan tenaga medis.

“Kecelakaan ataupun kondisi darurat dapat terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja,” katanya.

Yoce menilai kemampuan mengambil tindakan secara cepat dan tepat pada menit-menit awal setelah kejadian dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi korban. Karena itu, ia menyebut pelatihan P3K tidak sebatas memberikan pemahaman secara teori. Peserta juga perlu dibekali keterampilan praktis agar mampu menghadapi situasi darurat yang sebenarnya.

“Oleh karena itu, pelatihan ini sangat penting,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi teori dan praktik mengenai sejumlah teknik pertolongan pertama. Materi yang diberikan antara lain penanganan luka, menghentikan perdarahan, penanganan korban dengan dugaan patah tulang, hingga bantuan hidup dasar.Yoce juga meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius dan tidak ragu untuk aktif berdiskusi maupun mempraktikkan materi yang disampaikan pemateri. Menurutnya, pengetahuan mengenai P3K akan lebih bermanfaat apabila peserta benar-benar memahami tahapan tindakan yang harus dilakukan ketika berhadapan langsung dengan korban.

“Saya berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan ini dengan penuh semangat, serius, aktif berdiskusi, serta mempraktikkan materi yang diberikan,” kata Yoce.

Pelatihan tersebut diikuti sekitar 40 peserta. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari pengurus dan anggota PSI, relawan ambulans, komunitas kemanusiaan, tim medis hingga masyarakat umum.Untuk memberikan materi, DPD PSI Samarinda menghadirkan praktisi pertolongan pertama, Hermansyah. Sementara kegiatan dipandu Agus Sugianto yang merupakan bagian dari Relawan Ambulans PSI.

Yoce berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan ketika menghadapi keadaan yang membutuhkan tindakan cepat.

“Ilmu yang diperoleh hari ini akan sangat berharga dan bisa menjadi pertolongan bagi sesama saat kondisi mendesak,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan penghargaan kepada para peserta, relawan, pemateri dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan pelatihan tersebut. Pelatihan P3K ini menjadi bagian dari upaya DPD PSI Samarinda memperkuat kesiapan sumber daya dalam pelayanan ambulans gratis yang selama ini melibatkan para relawan. Dengan adanya pembekalan tersebut, para relawan dan peserta diharapkan memiliki kemampuan yang lebih baik dalam memberikan respons awal ketika menemukan warga yang membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat.